GASIFIKASI BIOMASSA PDF

Posting terkait: Potensi biomassa di Indonesia yang bisa digunakan sebagai sumber energi jumlahnya sangat melimpah. Limbah yang berasal dari hewan maupun tumbuhan semuanya potensial untuk dikembangkan. Tanaman pangan dan perkebunan menghasilkan limbah yang cukup besar, yang dapat dipergunakan untuk keperluan lain seperti bahan bakar nabati. Pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar nabati memberi tiga keuntungan langsung.

Author:Juzil Tem
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):11 January 2010
Pages:81
PDF File Size:3.61 Mb
ePub File Size:2.6 Mb
ISBN:632-7-57058-461-8
Downloads:74174
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJogor



Rabu, 20 Juli Jenis-jenis Gasifier Biomassa Gasifier unggun tetap Fixed bed gasifier menggunakan sejumlah bahan padat dimana udara dan gas dapat lewat baik ke atas maupun ke bawah. Jenis ini merupakan tipe yang paling sederhana dan hanya digunakan untuk aplikasi dalam skala kecil. Yang termasuk dari jenis ini adalah up, down dan cross draft gasifier. Down-draft gasifier Gambar 1 dikembangkan untuk merubah bahan bakar volatile kayu, biomassa menjadi gas dengan kandungan tar rendah.

Up-draft gasifier Gambar 1 umum digunakan untuk gasifikasi batubara dan bahan bakar non-volatil seperti arang batu-bara. Kros-draft gasifier Crossdraft gasifier merupakan gasifier yang paling sederhana dan paling ringan Gambar 1. Sedangkan gasifier unggun terfluidakan fluidized bed gasifier lebih umum digunakan untuk skala besar dan gasifier yang menggunakan partikel yang relatif kecil.

Dalam hal ini udara dialirkan dengan kecepatan tinggi sehingga bisa mengangkat partikel padatan. Gasifier suspensi partikel suspended particle gasifier menggerakkan suspensi menuju tungku panas, menyebabkan terjadinya pirolisa, pembakaran dan reduksi. Tipe ini hanya digunakan untuk gasifiksi skala besar. Untuk selanjutnya hanya akan dijelaskan lebih rinci mengenai gasifier unggun tetap kros, up dan down-draft [6]. Gambar 1 Jenis-jenis gasifier unggun tetap a. Cross-draft gasifier Pada tipe cross-draft Gambar 2 ini, udara masuk melalui beberapa aliran sirkulasi, dan mengalir sepanjang unggun dari bahan baku dan kokas char.

Hal ini menghasilkan temperatur yang sangat tinggi pada volume yang sangat kecil sehingga menghasilkan gas tar yang rendah, sehingga memudahkan pengaturan yang cepat bagian pembakaran gas hasil gasifikasi. Bahan bakar beserta abu berguna sebagai isolator sepanjang dinding konstruksi gasifier, sehingga mild-steel dapat digunakan sebagai material konstruksi kecuali tempat saluran masuknya udara dan grate-nya yang memerlukan bahan lain, refraktori atau pendingin.

Saluran berpendingin udara atau air cukup umum digunakan. Pencapaian temperatur yang tinggi memerlukan bahan bakar dengan kadar abu rendah untuk mencegah penyumbatan. Gasifier tipe crossdraft hanya digunakan untuk kandungan bahan bakar dengan kandungan tar rendah. Beberapa yang berhasil menemukan adanya biomassa yang tidak terpirolisa, dan memerlukan pengaturan jarak antara saluran masuk udara dan grate.

Bahan baku yang tidak tersortir dengan baik cenderung menyebabkan bridging, dan chanelling sehingga menyumbat inti ruang pembakaran yang memicu produksi tar yang tinggi. Ukuran bahan baku juga sangat penting untuk pengoperasian yang baik [7]. Gambar 2. Down-draft gasifier Bagian atas dari silinder gasifier Gambar 3 diisi bahan bakar yang selama operasi, diposisikan tertutup. Di bagian bawah, terdapat saringan dan saluran udara untuk mengalirkan udara ke biomassa yang siap di gasifikasi.

Biasanya saluran udara dihubungkan dengan distributor udara biasanya fan atau blower. Distributor ini juga terhubung dengan udara luar untuk menyediakan udara yang cukup untuk pembakaran. Biasanya juga terdapat lubang untuk pembakaran awal dalam memulai proses gasifikasi.

Selama operasi, udara yang masuk membakar dan mempirolisa sebagian bahan bakar, sebagian besar tar dan minyak, dan sebagian arang yang mengisi gasifier. Dibawah zona oksidasi merupakan zona reduksi, yang merupakan bagian inti gasifier Gambar 3. Gas CO2 dan H2O yang dihasilkan di zona pirolisis dan pembakaran mengalir melalui arang ini dimana terjadi reduksi parsial membentuk gas CO dan H2.

Proses ini menyebabkan pendinginan gas karena sebagian panas dirubah menjadi energi kimia. Umumnya gasifier dilengkapi grate yang bisa di getar-getarkan untuk membersihkan gasifier dari penyumbatan oleh abu [7]. Gambar 3 Down-draft gaisifier c. Up-draft gasifier Tipe ini Gambar 4 telah umum digunakan untuk bahan bakar batubara sejak tahun yang lalu. Selama pengoperasian, biomassa diumpankan di bagian atas sementara udara masuk melalui grate yang umumnya di selubungi oleh abu. Grate berada dibagian bawah gasifier, dimana udara bereaksi dengan biomassa menghasilkan CO2 yang sangat panas dan H2O.

Temperatur dibagian grate harus dibatasi dengan menambahkan kukus atau resirkulasi gas keluaran untuk mencegah rusaknya grate dan penyumbatan akibat tingginya temperatur ketika karbon bereaksi dengan udara. Gas panas yang naik mempirolisa biomasa diatasnya kemudian mendingin sepanjang proses. Biasanya persen tar dan minyak terbentuk pada suhu yang terlalu rendah dan terbawa pada aliran gas produk. Panas yang tersisa juga mengeringkan biomassa yang masuk sehingga hampir tidak ada energi yang hilang dari gas.

Gambar 4 Up-draft gasifier.

A4VG125 REXROTH PDF

Pengertian Dasar Proses Gasifikasi

Senin, 04 Mei Gasifikasi Biomassa Gasifikasi adalah suatu teknologi proses konversi bahan padat menjadi gas yang mudah terbakar. Bahan padat yang dimaksud dari bahan bakar padat misalnya, biomassa, batubara, dan arang yang mengandung karbon C , sedangkan gas yang dimaksud adalah gas-gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi seperti CO, H2, dan CH4. Melalui gasifikasi, kita dapat mengkonversi hampir semua bahan organik kering menjadi bahan bakar, sehingga dapat menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber bahan bakar. Bahan baku untuk proses gasifikasi dapat berupa limbah biomassa, yaitu potongan kayu, tempurung kelapa, sekam padi maupun limbah pertanian lainnya. Gasifikasi umumnya terdiri dari empat proses, yaitu pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi.

DIE SCHLANGENKRAFT PDF

Institut Teknologi Bandung

Rabu, 20 Juli Jenis-jenis Gasifier Biomassa Gasifier unggun tetap Fixed bed gasifier menggunakan sejumlah bahan padat dimana udara dan gas dapat lewat baik ke atas maupun ke bawah. Jenis ini merupakan tipe yang paling sederhana dan hanya digunakan untuk aplikasi dalam skala kecil. Yang termasuk dari jenis ini adalah up, down dan cross draft gasifier. Down-draft gasifier Gambar 1 dikembangkan untuk merubah bahan bakar volatile kayu, biomassa menjadi gas dengan kandungan tar rendah. Up-draft gasifier Gambar 1 umum digunakan untuk gasifikasi batubara dan bahan bakar non-volatil seperti arang batu-bara. Kros-draft gasifier Crossdraft gasifier merupakan gasifier yang paling sederhana dan paling ringan Gambar 1.

Related Articles