API DIBUKIT MENOREH JILID 2 PDF

Cerita Silat Karya SH. Tetapi kami tidak akan dapat membiarkan orang-orang kami mati terbunuh di sini tanpa imbalan yang cukup. Tetapi kepalanya terangguk-angguk kecil. Kau sangka Ki Ageng Mangir itu anak kecil yang dapat kau takut-takuti.

Author:Maull Nikomuro
Country:Spain
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):23 February 2012
Pages:315
PDF File Size:11.29 Mb
ePub File Size:18.77 Mb
ISBN:623-2-31305-982-1
Downloads:7856
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazuzuru



Namun tidak terjadi sesuatu atasnya selain desing suara cambuk yang semakin lama semakin keras. Agung Sedayu tentu hanya menakut-nakuti saja. Tetapi yang terjadi kemudian justru berbeda dari yang diperhitungkannya. Ujung cambuk itu memang menyentuh pun tidak. Namun suara desing yang semakin keras itulah yang kemudian bagaikan menggigit jantungnya.

Semakin lama semakin sakit menghimpit di dalam rongga dadanya. Bahkan rongga dada itulah yang seakan-akan menjadi semakin sempit pula.

Namun hal itu tidak terjadi terlalu lama. Sejenak kemudian maka suara berdesing itupun telah menurun, sehingga akhirnya berhenti sama sekali. Ternyata bahwa ia tidak berpikir sejauh itu. Namun sebenarnyalah bahwa meskipun ia tidak menyakiti tubuh orang itu pada bagian luarnya, tetapi ia justru telah mengenai langsung di bagian dalamnya.

Jika aku menyobek kulitmu, maka kau akan terluka dan memerlukan waktu yang mungkin panjang untuk mengobatinya Tetapi jika aku menggelitik isi dadamu, maka demikian aku menghentikannya, maka perasaan sakit itu tidak akan membekas lagi. Aku masih merasa jantungku bagaikan membengkak dan terhimpit rongga dadaku yang menyempit.

Sebenarnya aku tidak ingin menyakitimu. Tubuhmu yang kasat mata, atau di bagian dalam. Tetapi aku memerlukan keteranganmu Jika keteranganmu itu dapat kau ucapkan tanpa aku menyakitimu, maka aku akan sangat berterima kasih kepadamu.

Marilah kita berbicara sebagai sahabat. Aku adalah seorang yang lebih kasar dari Kakang Agung Sedayu. Aku sudah mulai jemu melihat permainan yang tidak menyenangkan ini. Kau tentu tidak akan merasa senang jika aku, seorang perempuan, harus memaksamu berbicara, atau bahkan karena kejengkelan harus merenggut nyawamu. Karena itu, marilah kita saling berbaik hati. Kami tidak usah menyakitimu, dan kau membantu kami agar kami tidak harus melakukannya.

Tempat itu merupakan tempat yang sangat baik bagi sahabat kita ini untuk rnandi dan menyegarkan ingatannya. Jika kita meletakkan kepala sahabat kita ini tepat di bawah gerojogan kecil itu, maka dalam waktu kurang dari tiga hari, maka iapun tentu akan teringat, apa yang dilupakannya dan yang tidak dapat disebutnya lagi sekarang ini. Nyerinya gaung ujung cambuk Agung Sedayu masih terasa. Apalagi kata-kata yang kemudian didengarnya bagaikan meremas seluruh isi dadanya.

Karena itu, maka iapun telah menjadi gemetar. Kekuatan jiwanya sebagai seorang laki-laki sejati ternyata telah runtuh tidak dengan sentuhan-sentuhan pada tubuhnya, tetapi justru pada perasaannya. Sebaiknya kau menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Sambil berdesah ia menarik nafas dalam-dalam. Orang itu memandang Agung Sedayu dengan sorot mata yang aneh.

Kami juga dapat kecewa, marah dan bahkan kami sekali-sekali pernah juga kehilangan kendali atas perbuatan kami, sehingga kami akan benar-benar menjadi biadab seperti yang kau katakan. Orang itu termangu-mangu. Namun ia terkejut ketika ujung cambuk Agung Sedayu tiba-tiba saja menyentuh pundaknya. Hanya menyentuh saja. Namun rasa-rasanya pundaknya itu telah tersentuh api. Hanya itu? Karena itu, akhirnya ia menyadari, bahwa yang membuang waktu adalah dirinya sendiri.

Bukan orang-orang yang sedang memeriksanya. Jika ia berkata berterus terang, maka apapun yang akan terjadi biarlah segera terjadi. Orang itu menarik nafas dalam-dalam. Sejenak ia memandang wajah Agung Sedayu. Ternyata kalian tidak ada bedanya dengan orang yang telah mengupah kami berempat. Jika aku tidak mengatakan sesuatu tentang mereka, adalah karena aku mengalami akibatnya kelak jika mereka tahu bahwa aku telah mengkhianati mereka.

Tetapi ternyata tanpa jatuh ke tangan mereka, maka kalian pun dapat memperlakukan aku sebagaimana mungkin mereka lakukan. Sekarang kami ingin segera mendengar isi dari keterangan yang akan kau katakan itu. Namun tengkuknya serasa menjadi berkerut ketika Sekar Mirah beringsut mendekat setapak. Orang itu termangu-mangu sejenak. Namun agaknya Sekar Mirah benar-benar tidak sabar lagi. Karena itulah, maka dengan dua jarinya ia menyentuh lambung orang itu.

Tidak terlalu keras, tetapi terasa seakan-akan kedua ujung jari itu telah menghunjam ke dalam lambungnya. Karena itulah, maka orang itu telah menyeringai menahan sakit.

Namun ketika ia maraba lambungnya, ternyata lambungnya masih utuh. Tidak terkoyak sebagaimana diduganya. Kami diupah untuk mengetahui, jalan yang paling baik untuk memasuki istana tanpa diketahui oleh para penjaga. Kami harus mengenali segala sudut halaman istana dan semua pintu dan regol. Kami pada saatnya harus dapat menuntun seseorang memasuki istana tanpa diketahui oleh para pengawal.

Ilmumu tidak lebih dari kemampuan ilmu kanak-kanak yang sedang belajar olah kanuragan. Kalian bertiga telah dikalahkan oleh Glagah Putih, bahkan seandainya berempat dengan kau sekaligus.

Sebagai seorang pencuri yang berpengalaman, maka orang itu ingin mengupah kami. Namun pada saat kami siap untuk dengan sungguh-sungguh melakukannya, Ki Lurah, orang tertua di dalam gerombolan kami, tertarik kepada seekor kuda yang besar dan tegar.

Bahkan kemudian dengan uang tebusan yang harus aku ambil itu. Aku sudah sampai pada satu keadaan seperti ini, dalam keputus-asaan, meskipun aku sadari. Seandainya aku mengerti, maka aku tidak akan merahasiakannya lagi. Sebenarnyalah ia percaya bahwa orang itu tidak mengetahui siapakah orang yang telah mengupahnya. Jika ia bermaksud baik, ia akan menghadap dengan cara yang wajar. Tetapi ia tidak menyahut sama sekali.

Sebagian dari keterianganmu dapat kami percaya. Sekarang, biarlah kau kembali ke dalam bilikmu. Sementara itu ia berpesan agar Glagah Putih segera kembali ke sanggar jika orang itu sudah diserahkan kepada para pengawal. Dengan demikian maka di dalam sanggar itu telah terjadi pembicaraan khusus menyangkut pengakuan orang itu.

Orang itu agaknya akan mengambil jalan pintas. Kiai Jayaraga mengangguk-angguk. Sebagaimana dikatakan oleh Sekar Mirah, mungkin orang yang ingin melakukannya menjadi ragu-ragu, karena ia tidak tahu pasti apa yang terjadi dengan orang-orang yang diupahnya. Agung Sedayu menarik nafas dalam-dalam. Sejenak ia merenung. Agung Sedayu berkisar setapak. Kemudian kita sebarkan kabar, bahwa seorang yang lain telah terbunuh pula sementara dua orang melarikan diri. Dengan demikian akan timbul kesan bahwa kita belum berhasil mendengar apa yang akan terjadi itu.

Mudah-mudahan dengan demikian orang-orang itu tidak mengurungkan niatnya, sementara kita telah melaporkannya langsung kepada Panembahan Senapati. Orang-orang yang mendengar keterangan itu sudah dapat menduga apa yang akan dilakukan menurut Agung Sedayu.

Orang-orang yang ada di dalam ruangan itupun mengangguk-angguk. Tidak seorangpun yang tidak sependapat. Kita akan dapat mencobanya. Tetapi sebaiknya, kau harus menghadap Panembahan Senapati lebih dahulu, apakah Panembahan berkenan jika kita berbuat sebagaimana kau rencanakan itu. Orang itu akan aku bawa serta. Mungkin ia memerlukan kawan berbincang di sepanjang jalan, selain orang yang akan dibawanya itu.

Biarlah Sekar Mirah dan Glagah Putih tinggal. Jika terjadi sesuatu di Tanah Perdikan ini, ada orang yang dapat membantuku memecahkannya. Tetapi segala sesuatu harus dijaga kerahasiaannya, agar usaha ini berhasil.

Mudah-mudahan kita berhasil. Maksudku, Panembahan Senapati berhasil menangkap orang yang berniat buruk itu hidup-hidup, dan dapat mendengar dari mulutnya, apakah sebabnya hal itu dilakukannya.

Menjelang malam, maka Agung Sedayu pun telah bersiap-siap. Dengan diam-diam iapun telah pergi ke rumah Ki Gede bersama Kiai Jayaraga. Sementara itu, iapun telah minta diri kepada Sekar Mirah untuk langsung menuju ke Mataram bersama Kiai Jayaraga. Mereka sudah mengetahui rumah kita, sehingga mereka akan dapat langsung menuju kemari jika mereka kehendaki.

Sebaiknya kau justru berada di gardu di ujung lorong. Kau ikut mengawasi keadaan Tanah Perdikan dalam keseluruhan, tetapi kaupun harus siap membantu Mbokayumu seandainya bahaya itu benar-benar datang.

Sementara itu, di gardu-gardu lain, anak-anak akan aku pesankan agar berhati-hati, karena peristiwa yang baru saja terjadi atas diriku itu mungkin akan berkepanjangan.

FUZZY BIRD SONATA YOSHIMATSU PDF

Buku 002 (Seri I Jilid 2)

Unknown No comments Dalam pada itu, di kediaman Ki Gede Menoreh, di bilik belakang dekat dapur, tampak Anjani sedang duduk di sebuah dingklik kayu dekat sebuah amben besar. Bukan kah engkau masih belum sembuh benar dari luka dalammu? Berbagai penyesalan menyelusup ke dalam dadanya. Betapa perhatian yang sangat ditunjukkan oleh Sekar Mirah, istri dari laki-laki yang selama ini secara diam-diam selalu dirindukan dan didambakannya. Ditundukkan kepalanya dalam-dalam tanpa berani menentang pandang mata Sekar Mirah. Namun justru karena itulah tanpa disadarinya, setetes demi setetes air mata telah jatuh di pangkuannya.

ESCALA DE MCFARLAND FUNDAMENTO PDF

Buku 202 (Seri III Jilid 2)

Sesuai pesan Kanjeng Sunan kepada kami, kami telah membawa penerus Mataram itu kemari. Aku mohon maaf jika selama ini telah membuat Raden bertanya-tanya. Namun percayalah semua ini demi kebaikan Raden di masa mendatang. Sejenak diedarkan pandangan matanya ke seluruh sudut goa. Ada baiknya dia mendengarkan perbincangan kita ini. Sesampainya dia di dekat tubuh Bango Lamatan yang terbaring diam, sambil berjongkok segera saja dipijat-pijatnya leher bagian belakang Bango Lamatan.

Related Articles