ASKEP INFEKSI PUERPERALIS PDF

Infeksi nifas adalah infeksi pada dan melalui traktus genitalis setelah persalinan Saifuddin, Menurut WHO World Health Organization , di seluruh dunia setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan, persalinan,dan nifas. Dengan kata lain, 1. Pada tahun AKI di Indonesia yaitu per Infeksi nifas merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pasca bersalin. Derajat komplikasi masa nifas bervariasi.

Author:Yomuro Golkree
Country:Burma
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):22 May 2010
Pages:347
PDF File Size:10.34 Mb
ePub File Size:13.99 Mb
ISBN:503-7-97726-253-4
Downloads:46381
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gazragore



Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap angka kematian ibu adalah terjadinya infeksi post partum karena penanganan keperawatan yang kurang memadai pada saat perawatan sendiri oleh ibu di rumah.

Hal ini diduga karena kurangnya pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan perineum secara mandiri, oleh karena itu pendidikan kesehatan perawatan perineum diperlukan bagi ibu post partum sebagai tamabahan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan perawatan perineum.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ibu post partum dengan episiotomi dalam melakukan perawatan perineum sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan Metode: penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen dengan rancangan one group pre test — post test.

Sampel diambil sebanyak 30 responden ibu-ibu post partum dengan episiotomi yang dirawat di bangsal B RSUD Sukoharjo, diambil dengan tehnik purposive sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan uji beda mean Paired Sample t test Hasil: 1 Terdapat perbedaan kemampuan ibu post partum dalam perawatan perineum sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan.

Angka Kematian Ibu AKI merupakan barometer pelayanan kesehatan ibu di suatu negara, bila AKI masih tinggi berarti pelayanan ibu masih belum baik dan sebaliknya bila AKI rendah berarti pelayanan kesehatan ibu sudah baik. Peristiwa ini sebagian besar terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia Ntion, Penyebab tak langsung seperti penyakit hepatitis, tuberculosis, anemia, malaria, diabetes mellitus Manuaba, Gambaran yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa kejadian infeksi nifas disebabkan oleh penolong persalinan yang tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum menolong persalinan, lama persalinan lebih dari 24 jam, ibu melakukan pengasapan pasca persalinan, anemia sewaktu ibu hamil, lan persalinan terbuat dari tanah.

Demam nifas merupakan manifestasi dari infeksi nifas, jika tidak diobati secara tepat dan cepat dapat berlanjut menjadi sepsis nifas dan kematian maternal. Deteksi dini terhadap infeksi selama kehamilan, persalinan yang bersih, dan perawatan semasa nifas yang benar dapat menanggulangi masalah ini.

Salah satu faktor penyebab terjadinya infeksi nifas berasal dari jalan lahir itu sendiri, misalnya bekas tempat plasenta lengket di dalam rahim masih terbuka, adanya luka pada vagina karena robek atau karena tindakan episiotomi. Daya tahan tubuh yang rendah ditunjang perawatan yang kurang baik dan kebersihan yang kurang terjaga menyebabkan kuman-kuman pada jalan lahir tersebut terutama di vagina yang tadinya bersifat tidak patogen bisa berubah menjadi patogen.

Kondisi ini akan diperparah oleh luka pada jalan lahir tersebut yang merupakan media yang amat baik untuk berkembang biaknya kuman Masjhur, Episiotomi dilakukan untuk mencegah regangan yang berlebihan pada otot dasar panggul karena hal ini dapat menimbulkan robekan jalan lahir yang merupakan faktor resiko terjadinya infeksi post partum.

Episiotomi menggantikan irisan pembedahan yang lurus dan rapi untuk laserasi yang tidak beraturan, lebih mudah diperbaiki dan sembuh lebih baik dari robekan. Menurut Cunningham et.

Penelitian yang dilakukan oleh Tasnim di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta tentang tingkat pengetahuan ibu post partum dengan episiotomi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan perineum diperoleh gambaran bahwa terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang perawatan perineum sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif non analitik yaitu dengan mendeskripsikan tingkat pengetahuan responden tentang perawatan perineum serta menggunakan tehnik observasional untuk mengikuti dan mengamati secara langsung pelaksanaan perawatan perineum.

Pasien post partum normal dengan tindakan episiotomi dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit, oleh karena itu pendidikan kesehatan tentang perawatan perineum sangat diperlukan agar pasien dapat melakukan perawatan perineum selama di rumah.

Perawatan perineum perlu diperhatikan agar proses penyembuhan luka episiotomi menjadi lebih cepat sehingga tidak terjadi infeksi. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu tindakan keperawatan yang mempunyai peranan yang penting dalam memberikan pengetahuan praktis kepada klien tentang tata cara perawatan perineum sehingga klien dapat melakukan perawatan perineum secara baik dan benar.

Tujuan Adapun tujuan dalam penyususnan makalah ini : 1. Mahasiswa memahami mengenai infeksi puerperalis 2. Definisi Infeksi puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas Sarwono Prawirohardjo, : Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genetalia dalam masa nifas Mochtar Rustam, : Infeksi puerperalis adalah infeksi peradangan pada semua alat genetalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi C tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama 2 dua hari B.

Etiologi Penyebab dari infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar.

Streptokukos hemolitikusaerobikus dan stafilokokusaureus, factor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi adalah sebagai berikut. Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh ibu seperti perdarahan, anemia, nutrisi buruk, status social ekonomi rendah, dan imunosupresi. Partus lama, terutama dengan ketuban pecah lama. Tindakan bedah vagina yang menyebabkan perlukaan pada jalan lahir.

Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban, dan bekuan darah. Patofisiologi Setelah kala III, daerah bekas insersio plasenta merupakan sebuah luka dengan diameter kira-kira 4 cm. Permukaannya tidak rata, berbenjol — benjol karena banyak vena yang ditutupi trombus. Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman-kuman dan masuknya jenis-jenis yang patogen dalam tubuh wanita.

Serviks sering mengalami perlukaan pada persalinan, demikian juga vulva, vagina dan perineum yang semuanya merupakan tempat masuknya kuman-kuman patogen. Proses radang dapat terbatas pada luka-luka tersebut atau menyebar di luar luka asalnya. Kemungkinan lain adalah bahwa sarung tangan atau alat — alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman-kuman. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau petugas lainnya yang berada di ruangan tersebut.

Oleh karena itu, hidung dan mulut petugas yang bertugas harus ditutup dengan masker dan penderita infeksi saluran nafas dilarang memasuki kamar bersalin. Kuman-kuman ini bisa dibawa oleh aliran udara kemana-mana, antara lain ke handuk, kain-kain yang tidak steril, dan alat-alat yang digunakan untuk merawat wanita dalam persalinan atau pada waktu nifas.

Infeksi intraparum biasanya terjadi pada waktu partus lama, apalagi jika ketuban sudah lam pecah dan beberapakali dilakukan pemeriksaan dalam. Gejal-gejala ialah kenaikan suhu, biasanya disertai dengan leukositosis dan takikardia; denyut jantung janin dapat meningkat pula. Air ketuban biasanya menjadi keruh dan berbau.

Pada infeksi intra partum kuman-kuman memasuki dinding uterus pada waktu persalinan, dan dengan melewati amnion dapat menimbulkan infeksi pula pada janin. Klasifikasi Infeksi puerperalis dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1 Infeksi yang terbatas pada perineum , vulva , vagina , serviks , dan endometrium. Klien juga dapat meninggal dalam hari postpartum.

Suhu meningkat dengan cepat kemudian suhu turun dan lambat laun timbul gejala abses paru, pneumonia, dan pleuritis. Wajah klien mula-mula kemrahan, kemudian menjadi pucat, mata cekung, kulit wajah dingin, serta terdapat facishipocratica.

Prognosis Prognosis baik jika diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Menurut derajatnya, septikemia merupakan infeksi paling berat dengan mortalitas tinggi diikuti peritonitis umum.

Berikan diet yang baik. Jaga persalinan agar tidak berlarut-larut. Selesai persalinan dengan trauma sedikit mungkin. Cegah perdarahan banyak dan penularan penyakit dan petugasdalam kamar bersalin.

Alat-alat persalinan harus steril dan lakukan pemeriksaan hanya bila perlu dan atas indikasi tepat. Jangan merawat ibu dengan tanda-tanda infeksi nifas bersama dengan wanita dalam nifas yang sehat. Asuhan Keperawatan 1 Pengkajian a. Pengkajian berikutnya Observasi setiap 8 jam untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kompliksi dengan mengevaluasi system dalam tubuh.

Pengkajiannya meliputi: a. Sistem vascular o Perdarahan diobservasi setiap 2 jam selama 8 jam. System reproduksi. Traktus urinarius. Traktus gastrointestinal o Observasi terhadap nafsu makan,anoreksia,mual muntah,haus,membrane mukosa kering. Resiko tinggi komplikasi yang berhubungan dengan adanya infeksi, kerusakan kulit atau jaringan yang trauma,vaskularisasi tinggi pada area yang sakit, prosedr invansif dan peningkatan pemajanan lingkungan,penyakit kronis.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake yang tidak adekuat,anoreksia,mual, mutah, pembatasan medis.

Resiko tinggi terhadap perubahan menjadi orang tua yang berhubungan dengan infeksi pada proses persalinan,penyakit fisik,ancaman yang dirasakan pada kehidupan sendiri 3 Rencana keperawatan a. Nyeri atau ketidanyamanan yang berhubungan dengan proses tubuh pada agen tidak efektif, sifat infeksi. Tujuan 1 : Tujuan : Setelah diberikan askep, diharapkan nyeri hilang atau berkurang dengan kriteria hasil : pasien tampak rileks, skala nyeri Tujuan 1 : Mencegah dan mengurangi infeksi.

Kesimpulan Meskipun banyak patologi yang terjadi selama masa nifas, hanya sedikit yang merupakan ancaman serius bagi jiwa. Selama ini perdarahan pascapersalinan rupakan kematian ibu, namun dengan meningkatnya persediaan darah dan system rujukan dalam dua decade maka infeksi lebih menonjol dari penyebab kematian dan morbiditas ibu. Patologi yang sering terjadi pada masa nifas adalah: 1.

Infeksi nifas 2. Perdarahan dalam masa nifas 3. Infeksi saluran kemih 4. Patologi menyusui Infeksi nifas infeksi puerperalis Adalah infeksi luka jalan lahir pascapersalinan, biasanya terjadi dari indometrium bekas insersi placenta.

Deman dalam nifas sebagian besar disebabkan oleh infeksi nifas maka demam dalam nifas merupakan gejala penting dari penyakit ini. Demam dalam nifas sering disebut morbiditas nifas dan merupakan indeks kejadian infeksi nifas. Demam dalam nifas selain oleh infeksi nifas dapat juga disebabkan oleh pielitis, infeksi jalan pernafasan, malaria, dan tifus. Morbiditas nifas ditandai dengan suhu 38oC atau lebih, yang terjadi selama 2 hari berturut-turut, kenaikan suhu ini terjadi sesudah 24 jam pascapersalinan lamanya persalinan, aspesis, transpusu darah dan bertambah baiknya kesehatan umum kebersihan, gizi dll.

Mikroorganisme penyebab infeksi puerperalis dapat berasal dari luar eksogen atau dari jalan lahir penderita sendiri endogen mikroorganisme endogen lebih sering menyebabkan infeksi mikroorganisme yang tersering menjadi penyebab ialah golongan Streptokokkus, basil coli dan Stafilokokkus.

Akan tetapi, kadang-kadang mikroorganisme lain memegang peranan seperti Clostridium welchii, gonococcus, salmonella typi atau clostridium tetani.

CRICHTON ESTADO DE MIEDO PDF

Makalah Keperawatan : Infeksi Puerperalis

Konsep Dasar Penyakit 1. Pengertian Infeksi puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas Sarwono Prawirohardjo, : Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genetalia dalam masa nifas Mochtar Rustam, : Etiologi Penyebab dari infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar.

KRAUSER PUA PDF

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap angka kematian ibu adalah terjadinya infeksi post partum karena penanganan keperawatan yang kurang memadai pada saat perawatan sendiri oleh ibu di rumah. Hal ini diduga karena kurangnya pengetahuan ibu dalam melakukan perawatan perineum secara mandiri, oleh karena itu pendidikan kesehatan perawatan perineum diperlukan bagi ibu post partum sebagai tamabahan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan perawatan perineum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ibu post partum dengan episiotomi dalam melakukan perawatan perineum sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan Metode: penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen dengan rancangan one group pre test — post test. Sampel diambil sebanyak 30 responden ibu-ibu post partum dengan episiotomi yang dirawat di bangsal B RSUD Sukoharjo, diambil dengan tehnik purposive sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan uji beda mean Paired Sample t test Hasil: 1 Terdapat perbedaan kemampuan ibu post partum dalam perawatan perineum sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Angka Kematian Ibu AKI merupakan barometer pelayanan kesehatan ibu di suatu negara, bila AKI masih tinggi berarti pelayanan ibu masih belum baik dan sebaliknya bila AKI rendah berarti pelayanan kesehatan ibu sudah baik. Peristiwa ini sebagian besar terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia Ntion,

ALL SONS AND DAUGHTERS BROKENNESS ASIDE CHORDS PDF

Definisi Infeksi puerperalis adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas Sarwono Prawirohardjo, : Infeksi puerperalis adalah keadaan yang mencakup semua peradangan alat-alat genetalia dalam masa nifas Mochtar Rustam, : Infeksi puerperalis adalah infeksi peradangan pada semua alat genetalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi C tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama 2 dua hari B. Etiologi Penyebab dari infeksi puerperalis ini melibatkan mikroorganisme anaerob dan aerob patogen yang merupakan flora normal serviks dan jalan lahir atau mungkin juga dari luar. Streptokukos hemolitikus aerobikus dan stafilokokus aureus, factor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi adalah sebagai berikut.

BADAL SIRCAR PLAYS PDF

.

Related Articles