TAFSIR AL IBRIZ PDF

Riwayat Singkat K. H Bisyri Mustofa 1. Biografi K. H Bisyri Mustofa KH. Bisyri Mushthafa merupakan satu diantara sedikit ulama Indonesia yang memiliki karya besar.

Author:Gardagor Kagaktilar
Country:Guinea-Bissau
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):16 September 2006
Pages:461
PDF File Size:12.2 Mb
ePub File Size:1.37 Mb
ISBN:119-2-91260-381-7
Downloads:15728
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kashakar



Fungsi ini terus demikian dari sejak zaman Nabi Muhammad hingga masa umat Islam hidup hari ini. Ada faktisitas historis yang tidak bisa dipungkiri. Bahasa yang digunakan juga tersituasikan oleh nuansa bahasa masyarakat saat itu. Lebih dari itu, manusia hari ini memiliki faktisitas historis sendiri. Demikian variasi terus mengelompok dalam kastegori-kategori. Pilihan ini adalah wilayah kreatif mufassir.

Sebanyak apa wujud kreatifitas tersebut sebanding dengan jumlah ide kreatif di kepala para mufassir. Di antara penyajiannya dikemas dalam rubrik koran yang selalu terbit setiap hari,5 disajikan secara tematik, seperti gaya Quraish Shihab,6dan penafsirannya disajikan secara utuh 30 juz, urut dari juz 3 M.

Beberapa karya tafsir beliau yang ditulis secara tematik, antara lain: M. Howard M. Hari ini kita hampir menemukan karya tafsir selalu ditulis dalam bahasa Indonesia dan aksara roman, semisal karya tafsir yang disusun oleh A. Hassan, Mahmud Yunus, TM. Tajul ARifin Bandung: Mizan, Beberapa periode berikutnya, model kemasan tafsir ini kurang popular, karena bahasa dan aksaranya yang terbatas pada kalangan tertentu saja. Era penjajahan Belanda semakin menegaskan ketidakpopuleran tersebut dengan mengenalkan aksara roman.

Pergeseran pemilihan aksara ini mempengaruhi para mufassir dalam menyajikan penafsirannya. Jika awalnya banyak tafsir ditulis dalam bahasa daerah dan aksara Pegon, maka setelah pergeseran ini, bahasa daerah masih dipakai, tapi aksara yang digunakan adalah roman, tidak lagi pegon.

Terdapat negosiasi sosial-budaya dalam konteks ini. Namun memasuki abad ke, perkembangan tafsir di Indonesia tidak lagi ditemukan seperti pada masa-masa sebelumnya. Di samping itu, adanya tekanan dan penjajahan Belanda yang mencapai puncaknya pada abad tersebut, sehingga mayoritas ulama mengungsi ke pelosok desa dan mendirikan pesantren- pesantren sebagai tempat pembinaan generasi sekaligus tempat konsentrasi perjuangan.

Ulama tidak lagi fokus untuk menulis karya akan tetapi lebih cenderung mengajarkan karya-karya yang telah ditulis sebelumnya. Beberapa tulisan surah-surah dalam bahasa Arab yang dimuat 9 G. Drewes and L. Tafsir al- Azhar yang ditulis oleh Hamka pada saat dalam tahanan di era pemerintahan Soekarno dan diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun Dahlan Shaleh dan M.

Dilanjutkan pada tahun , seorang kritikus sastra H. Kemudian pada tahun , M. Namun pada penelitian haruslah terdapat batasan masalah untuk membatasi dan memfokuskan penelitian pada bahasan tertentu. Ciri khas tafsir yang disusun oleh Bisri Mustofa dapat diidentifikasi menjadi: digilib.

Rumusan Masalah Agar lebih jelas dan memudahkan operasional penelitian, maka perlu diformulasikan beberapa rumusan permasalahan pokok sebagai berikut: 1. Tujuan Bertolak dari rumusan masalah di atas, maka tujuan diadakannya penelitian ini meliputi aspek sebagai berikut: 1.

Kegunaan Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini meliputi beberapa hal yaitu: 1. Secara teoritis, penelitian ini dapat memperkaya wawasan khazanah keilmuan tafsir khususnya dalam wacana metodologi tafsir. Sehingga kajian penelitian ini disebut dengan kajian tokoh ataupun kajian terhadap kitab karya seorang tokoh yang akan dipadukan dengan beberapa disiplin keilmuan lain agar dapat ditemukan hal-hal digilib.

Penelitian Terdahulu Beberapa buku yang terkait dengan tema penelitian ini, di antaranya adalah: 1. Buku juga menyoroti keragaman tafsir di Indonesia. Lebih luas lagi, Federspiel juga membahasnya dalam nuansa sosiologi yang lebih kental daripada yang dilakukan oleh Islah. Dengan demikianpenelitian ini bukan pengulangan dari penelitian terdahulu. Fokus penelitian adalah pada penelitian tentang lokalitas tafsirnya, mengingat tafsir ini adalah tafsir di Indonesia. Sehingga nuansa Indonesia akan terungkap pada penelitian ini, setelah pembahasan tentang bentuk, metode dan coraknya.

Tajul Arifin Bandung: Mizan, , Metodologi Penelitian 1. Model Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang sudah disebutkan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan dengan cara melihat obyek pengkajian sebagai suatu system.

Dengan kata lain, obyek kajian dilihat sebagai satuan yang terdiri dari unsur yang saling terkait. Penelitian kualitatif lebih mengutamanakan kualitas data, oleh karena itu teknik pengumpulan datanya banyak menggunakan wawancara yang berkesinambungan dan dokumentasi. Penelitian ini bersifat kualitatif. Artinya, penelitian yang menghasilkan data deskriptif analisis yang berupa kata-kata tertulis terhadap apa yang diteliti, atau dengan kata lain, data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskriptif.

Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian non-empirik yang menggunakan jenis penelitian dengan metode library research penelitian kepustakaan serta kajiannya disajikan secara deskriptif analitis, oleh karena itu berbagai sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari bahan-bahan tertulis baik berupa literatur berbahasaIndonesia, Inggris maupun Arab yang dimungkinkan mempunyai relevansi yang dapat mendukung penelitian ini.

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu mencari dan mengumpulkan berbagai data berupa catatan, buku, kitab, dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan hal-hal atau digilib. Pengelolahan Data Dalam pengelolahan data yang telah dikumpulkan, penulisan ini menggunakan beberapa langkah, yaitu: 1. Verifikasi dan editing, yaitu memeriksa kembali data-data yang diperoleh dari segi kelengkapan, kejelasan, kesesuaian, relevansi dan keragamannya.

Pengorganisasian data, yaitu menyusun dan mensistematikakan data-data yang diperoleh dalam kerangka paparan yang sudah direncanakan sebelumnya sesuai dengan rumusan masalah. Nurudin Zuhdi, Pasaraya Tafsir Indonesia. Badiatul Rojiqin, dkk. Metode Analisis Data Untuk memperoleh suatu simpulan yang benar, data yang diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi, selanjutnya adalah mengorganisir catatan lapangan berdasarkan catatan-catatn khusus secara lengkap untuk dianalisis. Teknik analisis data merupakan cara untuk mendapatkan hasil penelitian yang sistematis dari hasil pobservasi dan dokumentasi.

Perolehan data tersebut diorganisasi menjadi satu untuk dipakai dan diinterpretasikan sebagai bahan temuan untuk menjawab permasalahan penelitian. Data dan informasi yan berhasil dikumpulkan secara berkelanjutan ditafsirkan maknanya. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, yakni analisis yang dilakukan untuk memaparkan data-data hasil kualitatif.

Analisis ini tidak berkaitan dengan angka-angka akan tetapi berkaitan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.

Dalam menganalisis data penulis menggunakan tiga komponen, yaitu Reduksi data, Sajian data, dan Penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis selama penelitian. Penyajian Data Penyajian data dimaksudkan sebagai proses analisis untuk merakit temuan data-data dan gagasan baru di lapangan dalam bentuk matrik penyajian data.

Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang pada dan mudah diraih, dengan demikian di dalam menentukan kesimpulan yang benar, penulis melakukan penarikan yang benar. Penarikan Simpulan digilib. Sistematika Pembahasan Penelitian ini akan disusun bab demi bab dengan rancang runtutan sebagai berikut.

Bab Pertamaadalah pendahuluan yang akan mengulas perihal latar belakang masalah yang menjadi pijakan awal penelitian ini. Di dalamnya juga terdapat rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjuan pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.

Bab Kedua berisi Kajian Tafsir di Indonesia, definisi Tafsir, sejarah perkembangan ilmu tafsir, Periodeisasi kajian tafsir di Indonesia dan ragam Bahasa dalam penulisan tafsir di Indonesia. Bab Kelima berisi penutup yang memuat kesimpulan dari hasil penelitian dan saran.

AMEIVA FESTIVA PDF

Kitab tafsir al ibriz pdf

Bisri Musthofa KH. Kitab ini dikarang oleh salah satu ulama tradisionalis Muslim khalaf kekinian yang bernama KH. Bisri Musthofa w. Selain itu, jika kitab-kitab tafsir di pesantren menggunakan bahasa Arab, maka kitab tafsir ini justru ditulis menggunakan bahasa Jawa Pegon. Dengan Jawa pegon, maka tafsir ini dapat dibaca dan dipahami oleh hampir seluruh komunitas Muslim lokal, termasuk dari kalangan bawah.

K2645 TRANSISTOR PDF

Biografi KH. Bisri Musthofa

Ke dalam bahasa pembacanya. Bisri Mustafa. Pembahasan a. Biografi 1.

HUSQVARNA 2841 PDF

TAFIS AL IBRIS, Karya Bisyri Mustofa

Standar A. Biografi Pengarang KH. Bisyri Mushthafa merupakan satu diantara sedikit ulama Indonesia yang memiliki karya besar. Kemampuan KH.

Related Articles