TAKHRIJ HADITS PDF

Dimana perawi terakhirnya adalah Muslim Ibn Ibrahim. Untuk mempermudah gambaran periwayatan hadits tersebut maka disini sicantumkan skema periwayatannya. Karena beliau termasuk dari golongan sahabat. Namun, ulama berbeda pendapat tentang keikutsertaanya pada perang badar. Khulaifah meyatakan dia wafat pada umur 40 ahun di Kufah, sedangkan Al-Madani menytakan di Madinah. Sewaktu kecil beliau pernah mengikuti perang Khudaibiyah, selain itu pernah mengikuti perang Jamal dan Sitfin bersama Ali dan juga beliau menjadi seorang Amir di kufah pada pemerintahan Ibn Zubair.

Author:Juzuru Akigal
Country:Germany
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):13 March 2011
Pages:498
PDF File Size:5.43 Mb
ePub File Size:4.76 Mb
ISBN:655-7-95947-730-2
Downloads:88626
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Taudal



Di samping itu, di dalamnya di temukan banyak kegunaan dan hasil yang di peroleh, khususnya dalam menentukan kualitas sanad hadist. Takhrij hadist bertujuan mengetahui sumber asal hadis yang di takhrij. Tujuan lainnya adalah mengetahui di tolak atau diterimanya hadist-hadist tersebut. Dengan cara ini, kita akan mengetahui hadist-hadist yang pengutipannya memerhatikan kaidah-kaidah ulumul hadist yang berlaku sehingga hadist tersebut menjadi jelas, baik asal-usul maupun kualitasnya.

Perumusan Masalah Didalam makalah ini akan dibahas meliputi : a. Apa pengertian takhrij hadits? Bagaimana sejarah Ilmu Takhrij? Apa metode takhrij hadits? Apa tujuan dan Faedah takhrij hadits? Manfaat Penulisan Tujuan dari penulisan ini yaitu selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ulumul Hadits, penulis berharap dengan makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita terutama pengetahuan tentang Ulumul Hadits.

BAB II 2. Pengertian Takhrij Hadits a. Secara Etimologi Kata takhrij berasal dari kata kharaja, yang berarti al-zuhur tampak dan al-buruz jelas Munawir, Al-kharaja artinya menampakan dan memperlihatkannya, dan al-makhraja artinya tempat keluar, dan akhraja al-khadits wa kharajahu artinya menampakkan d an memperlihatkan hadits kepada orang dengan menjelaskan tempat keluarnya.

Al- Qaththan, Secara terminologi Adapun secara terminologi, takhrij adalah menunjukkan tempat hadits pada sumber-sumber aslinya, dimana hadits tersebut telah diriwayatkan lengkap dengan sanadnya, kemudian menjelaskan derajatnya jika diperlukan Al- Tahhan, 9.

Ada beberapa pendapat ahli hadits, mengenai pengertian takhrij, di antaranya: 1. Ali, 43 2. Mengemukakan berbagai hadits yang telah dikemukakan oleh para guru hadits atau berbagai kitab yang susunannya dikemukakan berdasarkan riwayat sendiri atau para gurunya atau temannya atau orang lain dengan menerangkan siapa periwayatannya dari para penyusun kitab ataupun karya yang dijadikan sumber acuan, kegiatan ini, seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhori yang banyak mengambil hadits dari kitab al-Sunan karya Abu al-Hasan al-Basri al-Safar, lalu al-Baihaqi mengemukakan sanadnya sendiri.

Ali, 43 3. Mengemukakan hadits kepada orang banyak dengan menyebutkan peristiwanya dengan sanad lengkap serta dengan menyebutkan metode yang mereka tempuh, inilah yang dilakukan para penghimpun dan penyusun kitab hadits, seperti al-Bukhari yang menghimpun kitab hadits Sakhih al-Bukhari Ismail, Menunjukkan tempat hadits pada sumber-sumber aslinya, didalamnya dikemukakkan hadits itu secara lengkap dengan sanadnya masing-masing, kemudian menjelaskan derajatnya jika diperlukan Ismail, Sejarah Ilmu Takhrij Ulama-ulama dahulu tidak mementingkan pada kaidah ilmu takhrij karena pengetahuan mereka pada hadis sangat luas dan hubungan mereka sumber asli sangat akrab dan kuat.

Apabila mereka mau membuktikan kesahihan suatu hadis dengan spontan mereka bisa mencari dalam Kutub as-sittah bahkan di jilid beberapa terdapat hadis tersebut sehingga mudahlah bagi mereka mengetahui hadis yang didengar sumber aslinya. Era di mana para ulama-ulama menguasai sumber asli hanya beberapa abad.

Para ulama selanjutnya mulai menemui kesulitan untuk mengetahui sumber suatu hadis yang terdapat dalam Kitab Fiqih Tafsir dan Tarikh maka muncullah segolongan ulama yang mulai melakukan Takhrij hadis terhadap karya-karya ilmu tersebut dan menjelaskan kedudukan hadis itu apakah statusnya shohih. Hasan atau dhaif. Kemudian pada masa selanjutnya, karya-karya dalam bidang ilmu takhrij hadis semakin meluas hingga mencapai puluhan. Sumbangan karya-karya tersebut tidak dapat dipungkiri sangat signifikan terhadap perkembangan ilmu-ilmu keIslaman lainnya.

Mahmud at-Tahhan menyebutkan bahwa tidak diragukan lagi cabang ilmu takhrij ini sangat penting sekali bagi setiap ilmuan yang bergelut dibidang ilmu syariah khususnya bagi yang bergelut dibidang ilmu hadis dengan ilmu ini seseorang bisa memeriksa hadis ke sumber asalnya. Ismail Abd Wahid Makhluf dan Taufiq Ahmad Saliman menyebutkan tujuan ilmu takhrij sangatlah banyak, namun yang terpenting di antaranya: a.

Mengetahui sumber hadis dimana hadis tersebut didapati. Untuk mengetahui status kualitas, apakah hadis itu shohih atau Hasan atau dhaif. Syuhudi Ismail menyebutkan sebab-sebab perlunya kegiatan takhrij hadis sebagai berikut: a.

Untuk mengetahui asal usul riwayat hadis yang diteliti b. Untuk mengetahui seluruh riwayat bagi hadis yang akan di teliti. Untuk mengetahui ada atau tidak adanya Shahib dan Mutabi.

Pada sanad yang diteliti. Muhdi Abdul Qodir menyebutkan tujuan takhrij adalah mengetahui sumber asal hadis dan kualitas hadis tersebut apakah bisa diterima atau tidak. Sedangkan manfaat takhrij hadis banyak sekali diantaranya : a. Memperkenalkan Sumber-sumber hadis b. Menambah perbendaharaan sanat hadis melalui kitab-kitab yang ditunjukkan. Memperjelas keadaan-keadaan sanat sehingga dapat diketahui apakah hadis tersebut manqothi, mudhol atau lainnya.

Metode Takhrij Takhrij suatu metode untuk menentukan kehujjahan hadits serta unsur-unsurnya. Yang terbagi menjadi tiga, yaitu : a. T akhrij Naql. Pentakhrijan dalam arti naql telah banyak diperkenalkan oleh para ahli hadits, diantaranya yang dikemukakan oleh Dr.

Mahmud al-Thahhan yang menyebutkan lima teknik dalam menggunakan metode takhrij Naql diantaranya : 1. Takhrij dengan mengetahui sahabat yang meriwayatkan hadits 2.

Takhrij dengan mengetahui lafadz asal matan hadits 3. Takhrij dengan mengetahui lafadz matan hadits yang kurang dikenal 4. Takhrij dengan mengetahui tema atau pokok bahasan hadits 5. Takhrij dengan mengetahui matan dan sanad hadits Dalam hal ini kami meringkas metode tersebut menjadi empat, karena metode yang dikemukakan oleh Dr.

Mahmud al-Thahhan, dari lima metode tersebut salah satu metodenya telah dibahas oleh metode sebelumnya. Takhrij dengan mengetahui sahabat yang meriwayatkan hadits Metode ini hanya digunakan bilamana nama sahabat itu tercantum pada hadits yang akan ditakhrij apabila nama sahabat tersebut tidak tercantum dalam hadits itu dan tidak dapat diusahakan untuk mengetahuinya , maka sudah barang tentu metode ini tidak dapat dipakai.

Apabila nama sahabat itu tercantum dalam hadits tersebut atau tidak tercantum. Kitab ini merupakan susunan orang orientalis barat yang bernama Dr. Wensink, Dr. Yang mana masing —masing mempunyai kode tersendiri. Takhrij dengan mengetahui tema atau pokok bahasan hadits Metode ini akan mudah digunakan oleh orang yang sudah terbiasa dan ahli dalam hadits. Orang yang awam akan hadits akan sulit menggunakan metode ini, karena yang dituntut dari metode ini adalah kemampuan menentukan tema dari suatu hadits yang akan ditakhrijkan.

Baru kita membuka kitab yang mengandung tema tersebut. Adapun kitab-kitab yang akan digunakann dalam metode ini adalah kitab-kitab yang disusun secara tematis. Takhrij dengan mengetahui matan dan sanad hadits Yang dimaksud dengan metode takhrij ini adalah memperhatikan keadaan dan sifat hadits baik yang ada pada matan maupun sanadnya.

Pertama yang harus diperhatikan adalah keadaan sifat yang ada pada matan kemudian yang ada pada sanad lalu kemudian yang ada pada keduanya. Takhrij Tashhih Cara ini sebagai lanjutan dari cara yang pertama diatas. Tashhih dalam arti menganalisis keshahihan hadits dengan mengkaji rawi, sanad dan matan berdasarkan kaidah. Kegiatan ini dilakukan oleh Mudawin kolektor sejak Nabi Muhammad saw. Sampai abad 3 H. Dan dilakukan oleh para Syarih komentator sejak abad 4 H.

Secara teknis, proses pembahasan yang perlu ditempuh dalam studi dan penelitian hadits sebagai berikut : 1.

Dilihat, apakah hadits tersebut benar-benar sebagai hadits. Memperhatikan unsur hadits seperti : sanad, matan dan perawi. Termasuk jenis hadits apa hadits tersebut, dari segi rawi, matan dan sanadnya. Bagaimana kualitas hadits tersebut. Teks hadits harus dipahami ungkapannya, maka perlu diterjemahkan. Memahami asbab wurud hadits. Apa isi kandungan hadits tersebut.

Menganalisis problematika. Adapun faedah takhrij hadis antara lain : a. Dapat di ketahui banyak — sedikitnya jalur periwayatan suatu hadist yang sedang menjadi topic kajian. Dapat di ketahui kuat tidaknya periwayatan akan menambah kekuatan riwayat. Sebaliknya, tanpa dukungan periwayatan lain, kekuatan periwayatan tidak bertambah.

Dapat di temukan status hadist shahih li dzatih atau shahih li ghairih, hasan li dzatih, atau hasan li ghairih. Demikian juga akan dapat di ketahui istilah hadist mutawatir, masyhur, aziz, dan gharibnya. Sebaliknya, orang tidak akan mengamalkannya apabila mengetahui bahwa hadist tersebut tidak dapat diterima mardud. Menguatkan keyakinan bahwa suatu hadist adalah benar — benar berasal dari Rasulullah SAW. Yang harus di ikuti karena adanya bukti — bukti yang kuat tentang kebenaran hadist tersebut, baik dari segi sanad maupun matan.

Kesimpulan Kata takhrij berasal dari kata kharaja, yang berarti al-zuhur tampak dan al-buruz jelas Munawir, Takhrij juga bisa berarti al-istimbat mengeluarkan , al-tadrib meneliti dan al- taujih menerangkan.

Adapun secara terminologi, takhrij adalah menunjukkan tempat hadits pada sumber-sumber aslinya, dimana hadits tersebut telah diriwayatkan lengkap dengan sanadnya, kemudian menjelaskan derajatnya jika diperlukan Metode takhrij terbagi menjadi tiga, yaitu : a.

Takhrij Tashhih c. Saran Kami menyadari bahwa makalah ini banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan masukan atau saran dari teman-teman demi perbaikan karya tulis kami di masa yang akan dating. Ulumul hadits.

ALEX THIO DEVIANT BEHAVIOR PDF

TAKHRIJ HADITS

Sedang pengertian takhrij al-hadits menurut istilah ada beberapa pengertian, di antaranya ialah: 1. Suatu keterangan bahwa hadits yang dinukilkan ke dalam kitab susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya. Bila ia mengakhirinya dengan kata akhrajahul muslim berarti hadits tersebut terdapat dalam kitab Shahih Muslim. Suatu usaha mencari derajat, sanad, dan rawi hadits yang tidak diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu kitab. Mengemukakan hadits berdasarkan sumbernya atau berbagai sumber dengan mengikutsertakan metode periwayatannya dan kualitas haditsnya. Mengemukakan letak asal hadits pada sumbernya yang asli secara lengkap dengan matarantai sanad masing-masing dan dijelaskan kualitas hadits yang bersangkutan.

TIGERSHARC PROCESSOR PDF

Tulisan Terakhir

Apakah hadits maqbul atau mardud, kegiatan takhrijhadits sangatlah penting. Serta akan menguatkan keyakinan kita untuk mengamalkan hadits tersebut. Dalam hal ini kita bersama-sama akan membahas tentang cara penyampaian hadits takhrijhadits. Perumusan Masalah 1. Apa pengertian dari TakhrijHadits?

Related Articles